Meteor News

Kedok Efesiesi! DPRD INDRAMAYU Hamburkan Anggaran Miliaran APBD 2026, Rakyat Terwakilkan

METEORNEWS 19 May 2026, 09:55
Kedok Efesiesi! DPRD INDRAMAYU Hamburkan Anggaran Miliaran APBD 2026, Rakyat Terwakilkan

Meteor News ** INDRAMAYU | Kedok Efisiensi anggaran yang dianjurkan pemerintah pusat tidak berlaku efektif di Kabupaten Indramayu. Pasalnya, terdapat miliarian rupiah anggaran dari APBD 2026 di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menghambur - hamburkan dan berpotensi pemborosan dan rakyat sudah terwakilkan.

Berdasarkan informasi dari internal dewan, disebutkan ada beberapa item pos anggaran yang berpotensi menghamburkan dana APBD, antara lain untuk belanja jasa sopir pimpinan DPRD Indramayu yang dianggarkan Rp147,5 juta.

Selain itu, terdapat pengadaan yang janggal dan mengundang kecurigaan masyarakat pada pos kegiatan rehab toilet Ketua DPRD Indramayu yang mencapai Rp51,7 juta.Bukan hanya itu, beberapa kegiatan pengadaan lainnya yang dianggap janggal, seperti belanja bahan cetak kalender untuk internal anggota DPRD yang menelan anggaran Rp77,2 juta, belanja bahan cetak Rp186,3 juta, dan belanja cetak buku Tatib DPRD sebesar Rp70,1 juta.

Tak kalah fantastis, muncul anggaran yang dinilai mubazir pada belanja pemeliharaan kamar mandi Gedung DPRD yang dianggarkan sebesar Rp124,2 juta, karena kondisi kamar mandi di gedung dewan mayoritas masih bagus dan layak pakai. Berdasarkan Portal Pengadaan Nasional dari LKPP SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) yang terakses dan tercatat belanja jasa tenaga media parlemen dengan nilai Rp184,4 juta dan belanja pemeliharaan ruangan Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD dengan nilai fantastis sebesar Rp67,7 juta.Gilanya, belanja makanan dan minuman rapat mencapai hampir Rp1 miliar, persisnya Rp915,6 juta, serta belanja pemeliharaan ruang kerja Ketua DPRD Indramayu sebesar Rp111,5 juta.

Dalam LKPP SIRUP juga terungkap, belanja pemeliharaan peralatan CCTV mencapai Rp65 juta. Sementara itu, belanja alat tulis kantor dianggarkan Rp199 juta.Yang tak kalah menarik, muncul anggaran untuk belanja medical check up Rp115 juta dan belanja jasa konsultasi (Perda hak inisiatif DPRD) sebesar Rp300 juta, serta belanja tagihan listrik, telepon, dan air sebesar Rp550 juta, juga belanja internet/TV berlangganan/kawat/faksimile Rp459,8 juta.Ketua WN 88 Kabupaten Indramayu, Irsyad, mengaku terkejut dengan rentetan belanja modal dan barang DPRD yang dinilai banyak janggal dan terkesan menghamburkan anggaran.“Jujur, kami sangat miris dengan sejumlah item yang berpotensi tidak efektif dan jauh dari efisiensi, seperti contohnya belanja pemeliharaan toilet ketua dewan yang mencapai Rp51 juta lebih. Sebaiknya dibatalkan jika tidak ingin mengundang amarah publik,” kritik Irsyad.Menurutnya, proyek dan pengadaan barang dengan nilai puluhan miliar ini diharapkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan kenyamanan fasilitas dan kualitas kinerja wakil rakyat, dengan harapan output-nya bermanfaat untuk rakyat Indramayu.“Kami mencurigai ada yang tidak beres dan adanya dugaan keterlibatan kepentingan oknum legislatif dalam pengaturan penyusunan anggaran demi kepentingan pribadi dan materi. Banyak anggaran yang tidak logis dan berpotensi dikorupsi, seperti pengadaan sopir pimpinan. Memang ada sopirnya? Sekali lagi, sebaiknya dikaji ulang dan dibatalkan untuk pos-pos anggaran yang tidak penting,” tegas Irsyad.Dijelaskan Irsyad, tata kelola dan transparansi penggunaan dana publik sebaiknya dapat diefektifkan. Menurutnya, kecurigaan masyarakat tidak hanya pada kegiatan rehab toilet Ketua DPRD yang dianggap janggal, namun ada yang menggelitik seperti belanja bahan cetak kalender untuk 50 anggota DPRD yang menelan anggaran Rp77,2 juta, termasuk belanja cetak buku Tatib DPRD sebesar Rp70,1 juta.“Ingat, semua uang rakyat ada pertanggungjawabannya, baik di dunia maupun di akhirat, termasuk mempertanggungjawabkan setiap kebijakan dan penggunaan dana publik kepada rakyat agar tidak terjadi manipulasi, mark-up, dan praktik korupsi. Ini masukan dan kritik terhadap anggota dewan,” ujar Irsyad.Hingga berita ini ditayangkan, Ketua DPRD Indramayu, Hj. Nurhayati, dan Sekwan Dulyono belum memberikan keterangan resmi.Sebelumnya diberitakan, dalam realisasi anggaran tahun 2026 ini, satu perusahaan berbentuk CV yang baru berdiri pada November 2025 berhasil mengantongi tujuh paket pekerjaan senilai total sekitar Rp2,174 miliar.Data Portal Pengadaan Nasional per 18 Mei 2026 mencatat CV AJS sebagai penyedia tunggal untuk ketujuh paket tersebut.Adapun paket-paket yang dikerjakan CV AJS dan dalam proses pelaksanaan meliputi:– Belanja jasa resepsionis senilai Rp334,8 juta– Belanja rehab masjid dan toilet masjid Rp242 juta– Belanja cleaning service Rp648 juta– Belanja jasa pramusaji fraksi Rp216 juta– Belanja jasa tenaga media parlemen Rp180 juta– Belanja jasa pengamanan (security) Rp446 juta– Rehab pos jaga Rp108 jutaMayoritas paket tersebut dilakukan melalui skema e-purchasing atau kontrak langsung, tanpa proses tender terbuka yang melibatkan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) secara penuh. Menangnya CV AJS menjadi sorotan publik dan diduga terjadi pengondisian, kongkalikong, dan KKN.Diketahui saat ini, Sekretariat DPRD Kabupaten Indramayu telah merealisasikan 23 paket pengadaan dengan total nilai Rp5.246.350.902 dari APBD Indramayu 2026, termasuk untuk pakaian PDH dan PSH di internal dewan.Selain CV AJS, terdapat pola serupa pada penyedia lain. CV SHM mendapat dua paket belanja pakaian dinas harian (PDH dan PSH) senilai total Rp586,08 juta yang dipisah menjadi dua kontrak. CV SHM ini tercatat dengan direktur yakni NRS, pensiunan ASN.

Sumber Berita: Meteor News
Bagikan:
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!