Meteor News

BNN RI Ungkap Penyelundupan 3,37 ton atau 3.371.400 gr Kuncup Bunga Ganja

METEORNEWS 02 Jul 2026, 20:34
BNN RI Ungkap Penyelundupan 3,37 ton atau 3.371.400 gr Kuncup Bunga Ganja
penyelundupan 3,37 ton atau 3.371.400 gram kuncup bunga ganja

Meteor News ** JAKARTA | Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap kasus penyelundupan narkotika jaringan internasional asal Thailand yang disebut sebagai pengungkapan pertama di Indonesia terhadap modus impor kuncup bunga ganja (cannabis buds) melalui jalur perdagangan internasional.

Dalam konferensi pers, Kamis (2/7/2026), Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bukti negara hadir menghadapi ancaman narkotika yang semakin canggih.

Operasi gabungan tersebut melibatkan BNN RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Jawa Timur. Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengungkap upaya penyelundupan 3,37 ton atau 3.371.400 gram kuncup bunga ganja yang disimpan di dalam empat kontainer.

Barang haram itu disamarkan di antara tumpukan cover dan produk lateks, lengkap dengan dokumen kepabeanan yang tampak sah agar lolos dari pemeriksaan. Pengungkapan ini berlangsung sejak dari Purwakarta, sekitaran Jakarta hingga ke gudang Bizland di Cerme Gresik.

Menurut BNN, sindikat tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional. Mereka memanfaatkan jalur impor dan perdagangan internasional untuk menyamarkan aktivitas ilegal seolah-olah menjadi kegiatan ekonomi yang legal.

Lebih mengkhawatirkan lagi, hasil intelijen mengungkap bahwa kuncup bunga ganja tersebut diduga akan diolah menjadi ekstrak Tetrahydrocannabinol (THC) yang kemudian digunakan sebagai cairan isi ulang rokok elektrik (vape).

"Ini merupakan wajah baru ancaman narkotika yang masuk melalui gaya hidup, teknologi, dan tren konsumsi masyarakat," ujar Suyudi.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan juga mengamankan 12 orang terduga pelaku yang kini masih menjalani pemeriksaan dan pendalaman. BNN memperkirakan penyitaan 3,37 ton ganja itu berhasil mencegah potensi penyalahgunaan terhadap sekitar 10.114.200 jiwa serta menghindarkan kerugian ekonomi negara hingga Rp4,585 triliun.

"Hari ini kita bukan hanya menggagalkan penyelundupan, tetapi telah menyelamatkan manusia, menyelamatkan keluarga, dan menyelamatkan masa depan Indonesia," pungkas Suyudi.

Sumber Berita: Meteor News
Bagikan:
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!