Meteornews ** - BERITA KPK - Wakil Ketua KPK, Agus Joko Pramono, menyoroti fenomena state captured corruption sebagai tantangan terbesar pencegahan korupsi, yang disampaikan saat Sosialisasi Antikorupsi di Kemenko Bidang Pangan.
Modus state captured kerap melibatkan sekelompok orang berpengaruh di luar pengambil kebijakan. Praktik ini membuat yang nampak sebagai korupsi, menjadi bukan korupsi, serta sebaliknya.
Agus menjelaskan bahwa korupsi di sektor pangan dinilai sangat berdampak krusial, dengan aksesibilitas data penuh, sangat mungkin bagi KPK dalam mengawasi proses pengambilan keputusan secara transparan dan berada di depan, sebelum korupsi terjadi.
Menurut data SPI 2025, capaian Kemenko Pangan berada di atas rata-rata nasional, yaitu sebesar 7,8 poin. Meskipun begitu, KPK menilai capaian ini tetap harus disikapi dengan kewaspadaan.
KPK menegaskan, SPI harus menjadi alat kendali manajemen guna memperbaiki tata kelola, bukan sekadar formalitas pengisian survei.
Selengkapnya: https://www.kpk.go.id/id/ruang-informasi/berita/soroti-state-captured-corruption-kpk-dorong-keterbukaan-informasi-di-sektor-pangan
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!