Meteornews ** INDRAMAYU | Dalam kasus pembunuhan satu keluarga di paoman indramayu, polisi yang menangkap Ririn dan Priyo beraninya sama orang miskin dan lemah tidak berdaya, dianiaya dan disiksa.
Buktinya saat menangkap Anggota polisi yang melakukan pembunuhan terhadap pacarnya yaitu Putri Apriyani di kamar kost lalu dibakar, Polisi tidak berani melakukan kekerasan terhadap Bripda Alvian Maulana Sinaga pelaku pembunuhan itu. Terang Toni RM.
"Beraninya sama orang miskin dan lemah tidak berdaya, tapi sama pelaku pembunuhan Putri apritani yaitu BRIPDA ALVUAN MAULANA SINAGA tidak berani."
Lanjut Toni, padahal belum tentu Ririn tidak melakukan pembunuhan, tapi disiksa hingga tulang kakinya patah. Priyo tulang kakinya bengkok, sehingga Ririn dan. priyo tidak bisa menyampaikan kejadian yang sebenarnya karena sekali jawab ada nama lain, digebukin oleh Polisi penangkap.
Jadi saya menyimpulkan, Polisi beraninya sama orang miskin, orang lemah tidak punya jabatan pangkat. Tapi kalau sama orang kaya, orang kuat dan punya jabatan atau pangkat Polisi tidak berani. Jadi Polisi yang nangkap Ririn dan Priyo adalah Polisi banci beraninya sama orang lemah, biadab dan sadis, layak dipeoses hukum tidak pantas lagi menjadi Anggota Polri.
Masyarakat pasti marah, uang rakyat untuk menbayar gaji Polisi yang sadis dan kejam kepada masyarakat miskin dan lemah, tidak menegakkan keadilan, malah pelaku sebenarnya belum ketangkap.
Mohon Bapak Kapolda Jabar Yth. Bapak Irjen Pol Rudi Setiawan agar memproses perbuatan para Polisi yang menyiksa Ririn dan Priyo.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!