Meteor News

Konsumen Kecewa, Toko AKI Thio Di Duga Praktik Jual Beli & Jasa Servis Tidak Sportif

METEORNEWS 14 Mar 2026, 11:05
Konsumen Kecewa, Toko AKI Thio Di Duga Praktik Jual Beli & Jasa Servis Tidak Sportif

Meteornews ** TEGAL | Praktik jual beli dan jasa servis yang tidak sportif menimpa seorang pemilik mobil Toyota Camry di Kota Tegal. Alih-alih mendapatkan solusi agar kendaraan bisa kembali berjalan, pemilik mobil justru harus menelan q1 akibat layanan dari Toko Aki Tio yang berlokasi di Jalan Dr. Soetomo.

DK pemilk mobil menceritan, bahwa peristiwa bermula saat mobil Camry tersebut mogok dan tidak bisa dihidupkan. Atas rekomendasi rekan pemilik mobil KY l. DK menghubungi pihak Toko Aki Tio. Sejak awal, pesan yang disampaikan jelas: pemilik tidak berniat membeli aki baru, melainkan meminta bantuan agar mobil bisa kembali di-stater atau dihidupkan.

Robin pemilik Toko Aki Tio menyuruh montir datang ke lokasi mobil yang saat itu terparkir di sebuah bengkel cat. Setelah pengecekan, pihak toko menyarankan untuk mengganti dengan aki bekas second dengan biaya tambahan Rp300.000.

Melalui pesan WhatsApp kepada pembeli KY, Robin pemilik toko menjamin bahwa dengan aki tersebut mobil pasti bisa menyala. Percaya pada jaminan tersebut, pemilik mobil DK langsung melakukan pembayaran via M-BCA.

"fakta di lapangan berbicara lain. Satu jam kemudian, saat pemilik hendak membawa mobil pulang, mesin mobil tetap tidak bisa dihidupkan. Kondisinya masih sama persis seperti sebelum penanganan, meskipun aki second sudah terpasang." Terangnya.

Kemudian, kekecewaan memuncak saat pemilik mobil meminta pertanggungjawaban. Ia meminta aki lamanya dipasang kembali dan uang Rp300.000 dikembalikan. Alih-alih memohon maaf, pemilik toko justru bersikap tidak kooperatif dan malah menyarankan untuk membeli aki baru.

Padahal, pemilik mobil menyatakan kesediaannya membeli aki baru asalkan ada jaminan mobil benar-benar bisa menyala. Namun, karena janji awal tidak terbukti, kepercayaan konsumen pun hilang.
Ironisnya, proses pengembalian dana pun tidak berjalan mulus. Dari total Rp300.000 yang telah dibayarkan, pihak toko hanya mengembalikan uang sebesar Rp200.000. Tak hanya merugi secara materiil, pemilik mobil juga merasa dipermainkan karena aki lamanya tidak diantarkan kembali, melainkan diperintahkan untuk diambil sendiri ke toko.

"Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga Tegal untuk lebih berhati-hati dalam memilih layanan jasa otomotif dan pentingnya memegang komitmen demi kepuasan pelanggan." Ucapnya.

Pesan kepada masyarakat hati - hati dalam memilih di toko Aki, jangan sampai terulang dengan kejadian seperri ini. Cukup kita saja yang merasa dirugikan. 

Sumber Berita: Meteornews
Bagikan:
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!