Meteornews ** CIREBON | Kawasan sentra batik Trusmi digadang-gadang ajak dijadikan sebagai Malioboro-nya Cirebon. Hal tersebut sejalan dengan harapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang ingin menjadikan Cirebon sebagai pusat budaya atau Jogjakartanya Jawa Barat.
Sehingga dengan adanya harapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Cirebon mulai menyiapkan langkah strategis untuk mewujudkan kawasan sentra batik Trusmi sebagai Malioboro Cirebon. Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Dadan Subandi, mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelum merealisasikan konsep tersebut.
“Kami akan melakukan sounding dan koordinasi dengan Provinsi Jawa Barat. Karena ini berkaitan langsung dengan program besar tingkat provinsi” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Ia menjelaskan, secara konsep penataan kawasan Trusmi akan mengarah pada model kawasan pedestrian seperti Jalan Malioboro di Yogyakarta. Nantinya penataan akan difokuskan pada pengelolaan pedagang kaki lima (PKL) agar lebih tertib dan terarah.
Selain itu, lanjut Dadan, penguatan ekonomi lokal juga menjadi prioritas dengan melibatkan pelaku usaha setempat, mulai dari perajin batik, pengusaha lokal, hingga pemandu wisata dari masyarakat sekitar. “Kami ingin memanfaatkan potensi lokal. Seperti di Jogja, tukang becak bisa menjadi guide (pemandu,red), di sini juga bisa kita kembangkan konsep serupa dengan melibatkan warga lokal,” katanya.
Lebih lanjut, kata Dadan, penataan juga akan diarahkan agar kawasan pasar batik tetap menjadi tujuan utama wisatawan. Disbudpar ingin mendorong pengunjung untuk berbelanja batik di Kawasan Batik Trusmi, bukan sekadar datang untuk wisata kuliner.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!