Meteor News** JAKARTA | Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan ke-80 Kerajaan Yordania, Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) bersama delegasi militer Yordania menggelar parade marching band gabungan yang meriah di pusat ibu kota, Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kabaloghan Kemhan), Marsdya TNI Yusuf Jauhari, yang memberikan apresiasi atas sinergi antarnegara tersebut.
Parade ini bukan sekadar pertunjukan seni budaya militer, melainkan simbol penguatan hubungan diplomasi, persahabatan, dan kerja sama pertahanan yang strategis antara Indonesia dan Yordania. Harmoni musik serta disiplin militer yang dipadukan oleh personel kedua negara mencerminkan eratnya hubungan bilateral yang selama ini terjalin harmonis.
Rangkaian Parade dan Display Utama
Kegiatan dimulai dengan persiapan serta pengecekan personel dan perlengkapan di Stasiun BNI City. Selanjutnya, rombongan melakukan long march dan display gabungan melintasi rute ikonik Jakarta, mulai dari kawasan Bundaran HI, Patung Kuda, hingga berakhir di Monumen Nasional (Monas).
Sebanyak 106 personel terlibat dalam aksi tersebut, terdiri atas 100 personel Marching Band Unhan RI dan 6 personel militer delegasi Yordania. Setibanya di kawasan Monas, parade berlanjut dengan mengelilingi area dalam hingga mencapai titik display utama di Lapangan Ikada.
Puncak acara ditandai dengan iringan orkestra Unhan RI dalam prosesi pengibaran bendera kebangsaan Indonesia dan Yordania. Penampilan display marching band yang memukau menjadi penutup rangkaian kegiatan, yang berhasil menarik antusiasme masyarakat luas.
Simbol Kedisiplinan dan Persaudaraan
Melalui kolaborasi ini, diharapkan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Yordania—khususnya di bidang pertahanan, pendidikan, dan kebudayaan—dapat semakin kokoh.
Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempromosikan nilai-nilai kedisiplinan dan semangat persatuan, sekaligus mempererat ikatan persaudaraan antarbangsa di tengah masyarakat luas. Red
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!