MeteorNews ** INDRAMAYU | Polres Indramayu bergerak cepat dalam merespons aduan masyarakat terkait praktik perjudian di wilayah hukumnya. Namun, operasi penertiban arena judi jenis kuclak di Blok Bojong, Desa Lohbener, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, pada Rabu (22/7/2026) sore diwarnai insiden.
Seorang penjudi berinisial N (56) Sungai Cimanuk setelah nekat menceburkan diri Ke Sungai Cimanuk demi menghindari penyergapan petugas.
Penggerebekan berawal dari informasi warga yang resah dengan aktivitas judi yang berada hanya sekitar tiga meter dari bibir sungai. Merespons aduan tersebut, personel Unit Reskrim Polsek Lohbener jajaran Polres Indramayu langsung meluncur ke lokasi kejadian sekitar pukul 15.30 WIB.
Saat kendaraan petugas tiba, sekitar 10 orang pemain judi langsung kocar-kacir menyelamatkan diri. Sebagian melari diri ke arah tanggul, sementara enam orang lainnya nekat melompat ke aliran Sungai Cimanuk.Kapolsek Lohbener Kompol Ginting Sumantri memaparkan bahwa dari enam orang yang melompat ke sungai, lima di antaranya berhasil selamat.
Dua orang berenang hingga ke seberang, sedangkan tiga lainnya bertahan di tepian sungai. Namun, korban N diduga mengalami kelelahan di tengah aliran air hingga sempat berteriak meminta pertolongan sebelum akhirnya hilang terseret arus.
“Lalu warga sekitar juga menceburkan diri ke sungai dengan maksud untuk menolong, namun korban tidak berhasil ditemukan,” kata Kapolsek Lohbener Kompol Ginting Sumantri saat memberikan keterangannya.
Dari arena penindakan tersebut, jajaran Polres Indramayu sukses mengamankan seorang pelaku berinisial A (60), warga Kecamatan Jatibarang. Petugas menyita sejumlah barang bukti materiil meliputi uang tunai Rp 295.000, lapak bergambar binatang, tiga buah dadu, piringan, serta karpet yang digunakan untuk aktivitas judi kuclak. Berdasarkan penyelidikan awal, permainan haram tersebut dipimpin oleh seorang bandar berinisial K yang kini dalam perburuan petugas.Pencarian terhadap korban N dilanjutkan secara intensif hingga Kamis (23/7/2026) dengan menerjunkan Tim SAR Gabungan yang melibatkan Satpolairud Polres Indramayu, Basarnas Cirebon, BPBD Kabupaten Indramayu, serta warga lokal. Kasat Polairud Polres Indramayu AKP Asep Suryana mengonfirmasi bahwa jasad korban akhirnya berhasil ditemukan tak jauh dari lokasi awal kejadian.
“Korban ditemukan sekitar pukul 10.15 WIB tadi dalam keadaan meninggal dunia, dengan jarak dari TKP awal ke arah utara kurang lebih 10 meter. Setelah jasad korban berhasil dievakuasi, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 12.00 WIB,” terang Kasat Polairud AKP Asep Suryana.Langkah tegas ini menjadi bukti penegakan hukum yang konsisten dari Polres Indramayu dalam memberantas segala bentuk penyakit masyarakat.
Pihak kepolisian mengimbau warga sipil untuk tidak memicu tindakan spekulatif yang membahayakan keselamatan jiwa saat proses penertiban hukum berlangsung, serta terus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dari judi dan kriminalitas.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!