Meteornews ** INDRAMAYU | Pemerintah Kabupaten Indramayu menilai pasokan air baku dari Kabupaten Kuningan belum sesuai dengan kesepakatan kerja sama yang telah ditandatangani. Kondisi tersebut berpotensi membuat Perumdam Tirta Darma Ayu mengalami kerugian.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Aep Surahman, saat ditemui di Ruang Ki Tinggil Setda Kabupaten Indramayu, Rabu (21/1).
Menurut Aep, hingga saat ini pasokan air baku dari Kuningan baru terealisasi sekitar 100 liter per detik, jauh dari volume yang disepakati dalam nota kesepahaman (MoU) antara Perumdam Tirta Darma Ayu dan PDAM Kabupaten Kuningan.
“Dalam MoU yang ditandatangani, pasokan air baku yang disepakati mencapai 400 liter per detik. Tapi realisasi saat ini baru 100 liter per detik,” ujarnya.
Aep menegaskan, jika kondisi tersebut tidak segera dibenahi, Perumdam Tirta Darma Ayu berpotensi mengalami kerugian.Pasalnya, pihaknya telah mengeluarkan investasi besar untuk pembangunan jaringan pipa dari Kuningan hingga Indramayu.
“Kalau tidak segera direalisasikan sesuai kesepakatan, PDAM bisa rugi karena investasi jaringan sudah berjalan dan cicilan tetap harus dibayar,” katanya.
Meski demikian, Aep menyebut dalam waktu dekat pasokan air baku direncanakan meningkat menjadi 150 liter per detik.
Selain itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim juga telah menugaskannya untuk mengupayakan peningkatan pasokan hingga 225 liter per detik.
“Kalau bisa naik ke 225 liter per detik, kekurangannya tidak terlalu jauh. Harapannya PDAM bisa mencapai BEP (Break Even Point),” jelasnya.
Aep juga mengungkapkan, Pemkab Indramayu baru saja mengikuti rapat bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait penataan mata air di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Rapat tersebut dihadiri sejumlah pemerintah daerah, termasuk Pemkab Kuningan dan Pemkab Majalengka, dan membahas pemanfaatan mata air TNGC yang digunakan Perumdam Tirta Darma Ayu melalui kerja sama dengan PDAM Kabupaten Kuningan.
Ia mengakui, Gubernur Jawa Barat berencana membentuk tim khusus untuk menginventarisasi, mengidentifikasi, menata, hingga menindak tegas pemanfaatan air yang tidak berizin di kawasan TNGC.
“Selama ini pemanfaatan air yang tidak berizin dinilai tidak terkendali. Ini mengalahkan yang berizin, sehingga distribusi air baku tidak mencapai volume yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Aep menegaskan, jaringan air yang digunakan Perumdam Tirta Darma Ayu dipastikan telah mengantongi perizinan lengkap, termasuk dokumen analisis dampak lingkungan“Kalau jaringan Perumdam Tirta Darma Ayu, perizinannya lengkap,” pungkasnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!