Meteor News

Dwi Sartono Pendiri Naturafit Group, Usaha Tidak Harus Bermodal Besar

MUCHLISIN ZAMBIK 25 Jul 2026, 13:55
Dwi Sartono Pendiri Naturafit Group, Usaha Tidak Harus Bermodal Besar
Dwi Sartono pendiri Naturafit Group

MeteorNews ** Membangun bisnis besar tidak selalu diawali dengan modal besar. Hal itu dibuktikan oleh Bapak Dwi Sartono, pendiri Naturafit Group, yang berhasil mengembangkan usaha herbal dari skala kecil hingga memiliki empat pabrik dan mempekerjakan lebih dari 150 karyawan setelah hampir 19 tahun berproses.

Perjalanan bisnisnya dimulai dengan penuh keterbatasan saat merintis usaha di Sulawesi. Pada masa-masa awal, ia menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi arus kas (cash flow) yang sempat negatif. Meski demikian, ia memilih untuk tetap bertahan dan terus memperbaiki usahanya sedikit demi sedikit.

Menurut Dwi Sartono, salah satu kunci utama dalam membangun bisnis adalah fokus. Ia menerapkan prinsip SAFOMAC (Satu Fokus Maksimal) agar energi dan sumber daya perusahaan tidak terpecah ke banyak arah. Dengan fokus yang kuat, bisnis dapat berkembang secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Selain fokus, Naturafit Group dibangun di atas budaya perusahaan yang dirangkum dalam nilai CERDAS, yaitu Customer First, Efektif, Efisien, Responsif, Disiplin, Amanah, dan Syari. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman seluruh tim dalam memberikan pelayanan sekaligus menjalankan operasional perusahaan.

Menariknya, Dwi juga membuka layanan maklon bagi mitra usaha yang ingin mengembangkan produk herbal sendiri. Ia percaya bahwa kesuksesan tidak perlu ditakuti untuk dibagikan kepada orang lain. Filosofi yang selalu ia pegang adalah, "rezeki bisa dicopy, tapi tidak bisa dipaste," sehingga membantu orang lain justru membuka peluang rezeki yang lebih luas.

Seiring berkembangnya perusahaan, Dwi mulai membangun sistem manajemen yang lebih profesional sejak tahun 2014. Ia menerapkan pembagian tugas yang jelas melalui proses delegasi sehingga perusahaan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pemilik.

Dalam menjalankan bisnis, ia juga berupaya menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip syariah. Baginya, budaya kerja yang sehat menjadi fondasi penting agar perusahaan dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Keberhasilan bisnis juga memberikan dampak positif bagi kehidupan keluarganya. Dwi mengaku hasil kerja keras selama bertahun-tahun membuatnya mampu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membangun tempat tinggal yang layak sebagai bentuk tanggung jawab kepada istri-istrinya.

Ia turut berbagi pengalaman saat membangun empat rumah impian bersama mitra konstruksi. Menurutnya, proses pembangunan memerlukan pengawasan kualitas yang ketat agar hasilnya sesuai dengan harapan dan dapat bertahan dalam jangka panjang.

Lebih dari sekadar mengejar keuntungan, Dwi memandang bisnis sebagai bagian dari ibadah. Ia selalu menjadikan Al-Qur'an dan nilai-nilai syariat sebagai pedoman dalam mengambil keputusan. Baginya, menjalankan usaha sesuai prinsip agama akan membantu seseorang tetap berada di jalan yang benar dan membangun bisnis yang membawa keberkahan.

Kisah Dwi Sartono menjadi bukti bahwa kesuksesan bisnis lahir dari perpaduan antara kerja keras, fokus, sistem yang baik, serta integritas dalam menjalankan usaha. Dengan fondasi tersebut, bisnis tidak hanya mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan, tetapi juga terus berkembang dan memberikan manfaat bagi banyak orang.

Sumber Berita: Meteor News
Bagikan:
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!