Meteor News

'ushj.dialambaqa Si Anak Ndeso Tantang Kehebatan Guru Besar SALMAN AL FARISI Stafsus Lucky Hakim

METEORNEWS 16 Jan 2026, 10:19
'ushj.dialambaqa Si Anak Ndeso Tantang Kehebatan Guru Besar SALMAN AL FARISI Stafsus Lucky Hakim

Meteornews ** - Hiruk pikuknya informasi tentang stafsus Bupati Indramayu Lucky Hakim yaitu SALMAN AL FARASI yang menyebut " “Saya Salman, berdarah madura, bertulang putih, bermata putih tidak akan takut dengan siapa pun, saya tidak akan patuh dengan perintah siapapun di Indramayu ini kecuali Bupati Indramayu Lucky Hakim, karena saya orangnya Lucky Hakim bukan orangnya siapapun." dan juga GELAR yang di sandangnya sampai dengan menempuh GURU BESAR. Jum'at (16/1/2026).

Saat pertemuan acara Podcast di Cafe Tambak dengan tema, Stafsus Rasa Bupati, aktifis Indramayu 0'ushj.dialambaqa dengan julukan si anak kampung/ndeso menyampaikan untuk tindakan lanjut diskusi soal Stafsus Salman, mari kita uji kapasitas intelektual, etikabilitas dan integritasnya di forum diskusi akademik di ruang terbuka untuk umum.

"Mari kita uji kapasitas intelektual, etikabilitas dan integritasnya di forum diskusi akademik di ruang terbuka untuk umum bersama Stafsus DR. Salman Al Farisi, SE, SAP, S.Sain, MAP, M. Sain, yg kata bupati sedang menempuh Guru Besar (Profesor)." Terangnya.

Lanjut Dialambaqa, Jadi saya untuk Stafsus DR. Salman Al Farisi, SE, SAP, S.Sain, MAP, M. Sain, yg kata bupati sedang menempuh Guru Besar (Profesor) untuk bisa hadir sebagai panelis untuk menjawab tantangan 0'ushj.dialambaqa si anak kampung/ndeso.

"Forum Peduli Indranayu (FPI) akan kirim surat resmi ke Bupati Indramayu & Stafsus SALMAN (Pemda Indranatu) supaya resmi untuk menantang SALMAN AL FARISI sebagai Akademisi."

Lantas, jika tidak mau, tinggal bagaimana kita semua menyikapi soal Stafsus yang melanggar peraturan perundang - undangan tersebut, karena sudah melampaui batas dan atau melanggar norma, etika dan Otoritas tata kelola pemerintahan dan ketatanegaraan. Saya tunggu info dan jawaban lanjutnya. Trims. Ucapnya.

Kemudian Dialambaqa juga mengatakan kita tidak lagi guyup dengan rentengan gelar akademik sekarang ini, karena kini mutu Perguruan Tinggi tidak seperti sebelum adanya otonomi pendidikan. Banyak fakta konkret yang disebut - sebut Kampus Ruko, Kampus Kaleng - kaleng, sehingga dua tahun saja kita bisa menyandang 5 gelar akademik.

"Jika saya pinjam istilah Rocky Gedung, bahwa rentengan gelar akademik hanya menunjukkan "bahwa mereka pernah sekolah, bukan pernah berfikir."

Saya dalam diskusi menegaskan pula apa kata filsuf Rene Descartes, bahwa aku ada karena berfikir, karena berfikir maka aku ada.
Jadi jika kita ada karena tidak berfikir maka itu namanya patung hidup atau boneka hidup, bukan intelektual akademik.

"Fierce Bordiou filsuf Perancis mengatakan jika kebenaran disamarkan menjd ketidakbenaran atau sebaliknya, menyamarkan ketidakbenaran seolah - olah itu benar, maka itu merupakan pengkhianatan intelektual."

Jadi apa maksud dan tujuan bupati memamerkan rentengan gelar Stafsus Salman? Apa sekedar menakut - nakuti kita atau menganggap masyarakat Indramayu dungu semua. "maka saya tantang kehebatan Stafsus Salman yang arogan dan Rasis itu untuk debat publik dengan tema: Indramayu Eksodus dari Kebobrokan, Keterpurukan Struktural dan Rasisme, juga dengan tambahan tema soal ekonomi politik. Nasional dan geopolitik dan perang Israel Palestin dan keserakahan Donal Trump's.

Bagikan:
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!