Meteor News

Misteri Dugaan Pembebasan Mobil Truck Box Isi Mihol 3000 Kardus Oleh Plt. Asep Cobra Sat pol PP

METEORNEWS 03 Apr 2026, 13:31
Misteri Dugaan Pembebasan Mobil Truck Box Isi Mihol 3000 Kardus Oleh Plt. Asep Cobra Sat pol PP

Meteornews ** INDRAMAYU | Irfan dewan menyampaikan setelah selesai tugas dari Jogya Candra SatPol PP telp bahwasannya laporan saya mendapatkan OTT miras dan Irfan mengarahkan kamu jangan menerima apapun, dan candra berkoordinasi dengan kawan - kawan, sementara Kabid ada acara.

Disitu Candra ini banyak mendapat tekanan jadi Candra  telp Irfan kembali dan Irfan mengatakan, Ya sudah minta Lokasi (share lok) setelah itu Irfan langsung menuju ke lokasi. Dan cina tersebut bersama Candra berkoordinasi akan tetapi Candra berkeinginan tegak lurus, barang mihol ini kita bawa tapi kata cina tersebut yang punya barang mengatakan "jangan".

Malah ada yang WA ke candra mengatakan  kenapa harus bawa - bawa Dewan komisi 1 "Saat itu Candra di tawari uang, akan tetapi dewan menyampaikan kamu jangan terima kamu harus tegak lurus kalau kamu ingin bersih namanya, SIAP BOS !, ucap Candra.

Dan seketika itu juga Dewan Irfan di lokasi di sodori uang sejumlah Rp. 50 juta akan tetapi Irfan langsung menolak tetap barang mihol ini harus di bawa, terang Irfan. Dan yang punya mihol mengatakan bahwa saya sudah koordinasi.

Kemudian Irfan menyampaikan kalau sudah koordinasi dengan siapapun silahkan, anda tunjuk beliau yang terpenting kita bawa barang ini. Mau anda sudah koordinasi dengan siapa, berbentuknya apa, sana minta pertanggung jawabkan, jangan ke saya.Tambahnya.

Bahkan di TKP ada purna wirawan POLRI, purna wirawan polri ini mengatakan dengan nada mengintimidasi "jangan macam - macam sama orang SIPIT, dan Irfan membalas "saya tidak macam - macam, saya ini penakut saya tidak mengerti hukum cuma ini BUKAN SUCI RAMADHAN, emangnya kenapa kalau SIPIT saya takut, YA TIDAK karena saya BENAR LOH, kalau saya BENAR apapun saya kejar. Tegas Irfan.

Kemudian, setelah barang itu dibawa Irfan berkoordinasi sama pihak pendopo dan langsung kasih respon (SALMAN) "pak Dewan Ijin, apakah BB sudah meluncur, Irfan jawab SUDAH PAK (koordinasi dengan Pak SALMAN) "Kang Dewan BB bisa di bawa ke pendopo, Irfan (atas dasar apa Kang Salman), Pak Bupati pengen melihat, Oh ya sudah." Setelah BB sampai di pendopo, Mihol ini langsung di turunkan satu kardus dan di cek sama bapak BUPATI LUCKY HAKIM, beliau membenarkan bahwa Mihol (anggur merah) ini benar adanya, dan beliau langsung meminta malam itu langsung di musnahkan, akan tetapi pemusnahan itu ada prosedur, kita harus koordinasi dengan pengadilan, polisi, kejaksaan tapi kalau Bapak Bupati malam ini bisa langsung koordinasi pasti bisa langsung di Musnahkan inikan kebijakannya kembalikan lagi kepada Bapak Bupati, terang Irfan.

"Ini kebijakan pemusnahan kembalikan lagi kepada Bapak Bupati, tapi ini mihol hasil OTT bukan razia atau penggeledahan, tapi OTT. Irfan minta langsung saja di turunkan saja dulu di POL PP."

Akan tetapi BB saat diturunkan dan dari keterangan dari sopir ada 3000 kardus, itu ada tekanan lagi dari Pol PP dan malam itu juga tidak ada yang bisa dihubungi semua dari Eko (Kabid), dari PPNS penyidik ( mobilkan sudah 1x24 jam) dan bahkan surat yang sudah di tanda tangani oleh Plt. Asep (Cobra) diambil kembali bahasanya mau di evakuasi (inikan lucu).

Tatapi yang lebih WOW lagi, malam itu penangkapan di bawa ke pendopo dan dibawa ke Pol PP, siangnya datanglah BOS dari jakarta bertemu dengan Plt Asep (Cobra) dan Plt. Asep (Cobra) minta pendampingan dengan Candra, akan tetapi candra langsung menolak dan menyerahkan langsung kepada pimpinan (karena Candra ini bawahannya).

"Akhirnya pertemuan BOS dari Jakarta itu bertemu 4 mata dengan Plt. Asep (Cobra) Kepala SatPol PP,  pasca pertemuan tersebut keadaan berubah (mobil box isi mihol tersebut dilapangan langsung di bebaskan).

Di pertegas bahwasannya Cina yang mengondisikan Rp.50 JT itu beda dengan BOS yang datang dari jakarta, itu juga uang saat koordinasi pertama minta uangnya sama pedagang. Persoalan ini Dewan Irfan dari Komisi 1 siap mengawal dan menjadi saksi kalau Bapak Bupati tidak cepat menangani dan mempertegas permasalahan mihol. Tegasnya.

Sumber Berita: Masyarakat
Bagikan:
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!