NeteorNews ** Mukomuko | Pemerintah Kabupaten Mukomuko tengah menyoroti adanya dugaan kecurangan absensi Aparatur Sipil Negara. Beberapa ASN diduga menggunakan akun palsu saat melakukan absen lewat aplikasi SIKAMI.
Isu ini mencuat setelah beredar informasi bahwa sejumlah pegawai tidak hadir secara fisik, tapi tetap tercatat masuk lewat sistem. Modus yang diduga dipakai adalah menitipkan akun atau memakai akun "fake" saat absen.
Menanggapi hal itu, BKPSDM Kabupaten Mukomuko menyatakan akan menelusuri kebenaran informasi tersebut. Pendataan sedang dilakukan untuk memastikan siapa saja yang terlibat.
"Terkait absensi ASN, tentu BKPSDM Mukomuko akan mempelajari dulu dan selanjutnya akan dilakukan pembinaan. Kalau memang ada ASN yang mengambil langkah-langkah yang tidak sesuai aturan, maka itu harus ditindaklanjuti," ujar Kepala BKPSDM Kabupaten Mukomuko, Winarno.
Winarno menambahkan, pihaknya tidak akan tinggal diam. BKPSDM disebut siap berada di barisan paling depan untuk menertibkan kedisiplinan pegawai. "Kami di BKPSDM Mukomuko tentu akan menjadi garda terdepan untuk melakukan langkah-langkah itu. Untuk sistem absensi sekarang kita pakai SIKAMI. Ada informasi yang masuk ke kami soal penggunaan akun fake. Saat ini kami sedang mendata. Jika nanti ditemukan bukti, maka yang bersangkutan akan dikenai pelanggaran sesuai aturan," jelasnya.
Lebih lanjut, Winarno menegaskan bahwa setiap pelanggaran ASN sudah memiliki tingkatan. Mulai dari pelanggaran ringan, sedang, hingga berat. Sanksi yang diberikan nantinya akan disesuaikan dengan berat-ringannya kesalahan yang dilakukan.
Dengan adanya sistem absensi online, BKPSDM berharap kedisiplinan ASN bisa lebih terpantau. Namun di sisi lain, celah penyalahgunaan juga harus segera ditutup agar pelayanan publik tidak terganggu.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!