Meteornews ** | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti sikap sejumlah pengembang perumahan yang dinilai kerap lepas tangan ketika kawasan hunian yang dibangunnya dilanda banjir.
Ia menegaskan, pengembang yang menjual rumah dengan klaim atau promosi “bebas banjir” harus turun langsung menemui warga dan ikut bertanggung jawab mencari solusi.
Pernyataan tegas itu disampaikan Dedi Mulyadi melalui unggahan di media sosial pribadinya, @dedimulyadi71, yang dikutip pada Jumat 23 Januari 2026.
Dalam unggahannya, Dedi secara terbuka mengajak para pengembang perumahan untuk duduk bersama pemerintah dan konsumen guna menyelesaikan persoalan banjir.
“Yth para developer perumahan, silakan temui para konsumen Anda dan mari kita duduk bersama dengan pemerintah untuk mencari solusi. Bukankah salah satu promo saat penjualan adalah ‘Bebas Banjir’?” tulis Dedi Mulyadi.
Unggahan tersebut merupakan respons atas keluhan seorang warga Jawa Barat yang mengunggah video kondisi rumahnya terendam banjir hingga dua kali dalam sepekan.Warga tersebut juga mengungkapkan duka mendalam karena salah satu anggota keluarganya meninggal dunia dan harus dievakuasi menggunakan perahu karet akibat banjir di lingkungan perumahan.
Menanggapi hal itu, Dedi menegaskan Pemprov Jawa Barat telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikan sementara pembangunan perumahan di wilayah rawan bencana.Kebijakan tersebut bertujuan untuk mencegah persoalan serupa terus berulang dan memastikan keselamatan warga.Ia menilai, ketika sebuah kawasan perumahan terdampak banjir, pengembang seharusnya hadir di tengah warga, melakukan evaluasi, dan mencari solusi teknis agar banjir tidak kembali terjadi.Menurut Dedi, tanggung jawab tersebut melekat karena banyak perumahan dipasarkan dengan janji lingkungan yang aman dan nyaman.“Kita tahu banjir yang melanda Bekasi paling banyak dialami oleh perumahan-perumahan yang dulu menjanjikan sebagai kawasan bebas banjir. Yang paling prihatin, saat warga kebanjiran, developernya tidak pernah datang menemui konsumennya,” tutur Dedi.
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi itu menilai, selama ini pemerintah daerah sering menjadi pihak yang harus turun tangan menyelesaikan persoalan banjir di kawasan perumahan.Sementara pengembang justru sibuk mengajukan izin proyek baru dan tidak peduli pada keadaan lingkungan sekitar perumahan.
“Untuk itu saya mengajak para pengembang perumahan di seluruh Provinsi Jawa Barat, daerah perumahan yang hari ini dilanda banjir sebaiknya turun. Temui warga dan sama-sama mencari solusi bersama pemerintah. Jangan segala sesuatu dibebankan kepada pemerintah,” tegasnya.
Dedi menambahkan, keterlibatan aktif pengembang bukan hanya bentuk tanggung jawab moral, tetapi juga kewajiban atas keuntungan yang telah diperoleh dari pembangunan perumahan.Ia berharap, kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat dapat menciptakan hunian yang benar-benar aman, nyaman, dan layak bagi warga Jawa Barat.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!