Meteor News

Sejumlah kelurahan Kecamatan Margadana, Dilanda Banjir

METEORNEWS 04 Jan 2026, 19:15
Sejumlah kelurahan Kecamatan Margadana, Dilanda Banjir

Meteornews ** - Sejumlah kelurahan di Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah, dilanda banjir pada Rabu (31/12/2025). Akibatnya, ratusan Kepala Keluarga (KK) di dua kelurahan harus mengungsi ke tempat aman. Saluran air atau sistem drainase yang buruk disebut menjadi salah satu pemicu air sulit surut meski hujan turun sebentar.

Di sisi lain, debit air bertambah saat Sungai Kaliganga meluap ke area permukiman. Informasi yang diterima Meteornews dari pihak pemerintahan Kecamatan Margadana, banjir parah berada di Kelurahan Krandon dan Kaligangsa, Kecamatan Margadana.
Salah satu warga Krandon, Seful (39) menyebut, hujan deras pada Rabu dini hari mengakibatkan banjir hampir merata. Tak Ada Resapan Air, Banjir Rob di Jalan RE Martadinata Jakut Tak Cepat Surut Banjir Terjang Tasikmalaya, 4.122 Warga Terdampak dan Akses Jalan Terputus "Iya hujan dini hari. Sampai siang belum sepenuhnya surut," kata Seful.
Camat dan Lurah Seful menyebut, meski sudah ada beberapa pompa untuk menyedot air, genangan masih saja ada. Drainase yang tidak optimal menambah air sulit mengalir ke tempat yang lebih rendah. Selain itu, banjir juga akibat luapan dari Sungai Kaligangsa yang mengalirkan air dari wilayah hulu atau Kabupaten Tegal.
"Mungkin dataran cekung juga karena drainase buruk mungkin ya," pungkas Seful.
Hal senada disampaikan warga Kelurahan Kaligangsa, Tarmidi (45) yang menyebut banjir hingga setinggi 30 sentimeter. "Ya memang Kaligangsa dan Krandon jadi langganan banjir. Mungkin juga karena kiriman air dari wilayah selatan hulu yang hujan deras," kata Tarmidi.

Camat Margadana, Kota Tegal, Ary Budi membenarkan dua kelurahan dilanda banjir cukup parah, yaitu Kelurahan Kaligangsa dan Krandon. Baca juga: 20 Kecamatan di Sukabumi Terdampak Bencana Akibat Hujan Ekstrem "Ada dua kelurahan. Terdampak cukup lumayan. Air ada di bawah lutut," kata Ary. 
Ary mengungkapkan, ratusan kepala keluarga (KK) bahkan harus mengungsi ke tempat aman. "Kaligangsa 102 KK, Kelurahan Krandon 32 KK," kata Ary. Baca juga: Detik-detik Sejumlah Mobil Terseret Banjir Bandang di Sukabumi, Tak Ada Korban Jiwa Menurut Ary, banjir terjadi lantaran intensitas hujan di wilayah Kabupaten Tegal cukup tinggi. Ia membantah bahwa banjir terjadi lantaran sistem drainase buruk. "Karena intensitas hujan di daerah sebelah (kabupaten),"
Ary juga menghimbau warga agar selalu meningkatkan kewaspadaan. Apalagi cuaca sedang cukup esktrem dengan curah hujan tinggi. "Warga kami mohon untuk selalu waspada terhadap cuaca. Mohon bisa mempersiapkan diri dan taat kepada imbauan pemerintah," pungkas Ary.

 

Bagikan:
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!