Meteor News

Terulang Lagi, Petani Indramayu Tak Bernyawa Akibat Jebakan Tikus

METEORNEWS 10 Mar 2026, 09:16
Terulang Lagi, Petani Indramayu Tak Bernyawa Akibat Jebakan Tikus

Meteornews ** INDRAMAYU | Seorang petani bernama Rasiman (65) ditemukan meninggal dunia di area persawahan Blok Bekel I, Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

Korban diduga kuat tewas akibat tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang dipasang di sawah miliknya pada Minggu malam, 8 Maret 2026.

Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh warga bernama Narwin (70) sekitar pukul 20.30 WIB setelah pelaksanaan salat tarawih. Saksi yang datang untuk menemui korban menemukan Rasiman sudah dalam kondisi terlentang dan tidak bernyawa di area persawahan.

Sebelum kejadian, korban diketahui berangkat ke sawah sekitar pukul 18.00 WIB untuk memasang alat pengendali hama tersebut. Langkah ini dilakukan korban guna mengantisipasi serangan hama tikus yang kerap merusak tanaman padi di wilayah desa setempat.

Mendapat laporan warga, Kapolsek Juntinyuat IPTU Trio Tirtana bersama tim Inafis Polres Indramayu dan tenaga medis Puskesmas Juntinyuat segera mendatangi lokasi. Petugas langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pemeriksaan medis awal terhadap jenazah korban.

Kapolsek Juntinyuat mengonfirmasi bahwa penyebab kematian murni akibat kecelakaan kerja saat memasang alat jebakan beraliran listrik. "Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, korban diduga meninggal akibat tersengat listrik dari jebakan tikus yang dipasangnya sendiri," ujar IPTU Trio Tirtana.

Pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan prosedur autopsi. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

Menyikapi kejadian ini, kepolisian mengimbau keras seluruh petani agar tidak lagi menggunakan jebakan listrik di area persawahan. Penggunaan aliran listrik untuk menghalau hama dinilai sangat berbahaya karena memiliki risiko tinggi yang dapat mengancam nyawa manusia.

Sumber Berita: Meteornews
Bagikan:
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!