Meteornews ** MALANG | Di saat banyak oknum polisi memamerkan mobil mewah atau motor gede, Bripka Seladi justru sibuk mengais botol bekas di tumpukan sampah.
Bertugas di Polres Malang Kota, Bripka Seladi sebenarnya duduk di tempat yang "basah", yaitu bagian pembuatan SIM.
Godaan uang suap dan pelicin ada di depan matanya setiap hari. Orang-orang rela membayar jutaan rupiah agar lulus ujian SIM tanpa tes.Tapi Seladi? Dia menolak semuanya. Bahkan sekadar uang kopi atau rokok pun ia tolak mentah-mentah."Saya takut memberi makan anak istri saya dengan uang haram," prinsipnya.
Karena gajinya pas-pasan dan ia punya utang, Seladi tidak gengsi mencari pekerjaan sampingan yang halal meski dianggap hina: Menjadi Pemulung.
Setiap sore usai lepas seragam dinas, ia berganti kaos oblong lusuh dan pergi ke gudang rongsokan. Ia memilah sampah plastik dan kardus hingga larut malam. Baunya menyengat, tangannya kotor, tapi hatinya bersih.
"Memulung itu kotor di mata manusia, tapi mulia di mata Tuhan daripada korupsi," katanya.Saat ia pensiun pada tahun 2017, ia dilepas dengan penghormatan luar biasa. Kisahnya menampar kita semua: Kehormatan tidak dinilai dari jabatan atau kekayaan, tapi dari kejujuran.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!