Meteor News ** INDRAMAYU | Ini kejadian yang hampir semua orang tua pernah alami…Anak yang awalnya semangat berangkat sekolah, tiba-tiba berubah begitu sampai di gerbang.Pegang tangan erat orang tuanya, diam. Lalu menangis.Dan di situ orang tua mulai “pecah dua”.
Mau ditinggal… tapi hati nggak tega.Mau ditunggu… tapi takut anak jadi makin susah lepas. Akhirnya ini menjadi dilema buat orang tua nya.Tapi yang jarang disadari orang tua…Saat anak menangis di gerbang sekolah, itu bukan karena dia “manja”.
Bukan juga karena dia “nggak mau sekolah”. Itu karena satu hal sederhana:dunia sekolah itu asing buat dia dan dunia baru yang belum pernah di jelajahi.Di rumah, semuanya familiar. Ada orang tua, atau saudara. Ada rasa aman. Tapi di sekolah, semua baru. Wajah baru. Suara baru. Aturan baru. Dan satu-satunya “tempat aman” yang dia kenal… adalah KELUARGA.
Lalu harus ditunggu atau ditinggal?Ini yang sering bikin orang tua bingung.Kalau ditunggu, anak jadi tenang… tapi begitu kamu terlihat lagi, dia nangis lagi.Karena di kepalanya: “Mama belum pergi, berarti ini belum aman.
”Kalau ditinggal… kamu merasa bersalah.Tapi ini fakta yang sering tidak diceritakanSebagian besar guru dan psikolog anak sepakat:
Anak yang menangis saat ditinggal, biasanya akan tenang dalam 5–15 menit setelah orang tua pergi.Kenapa? Karena saat kamu tidak terlihat lagi, anak mulai “masuk” ke lingkungan baru: lihat teman lainlihat mainanlihat guru yang mengajak aktivitas Pelan-pelan… rasa takutnya turun sendiri.Yang paling penting bukan “ditinggal atau ditunggu.
”Tapi cara kamu berpisah dari anak. Bukan kabur diam-diam. Itu justru bikin anak kehilangan rasa percaya.Yang benar itu: Peluk anak sebentar. Tatap matanya.Tenang. Lalu bilang sederhana:“Nanti Mama/Papa jemput ya setelah sekolah. ”Satu kali saja. Jangan diulang-ulang.
Karena kalau orang tua ragu, anak akan ikut ragu. Dan ini yang sering bikin orang tua nggak siap…Kadang yang lebih berat justru bukan anaknya…Tapi orang tua sendiri yang berdiri di gerbang itu dan bahkan sampai lihat dari jendela. Ingin tetap di sana.Ingin memastikan dia baik-baik saja.
Ingin menunggu sampai dia benar-benar tenang.Padahal diam-diam… anak justru belajar sesuatu yang penting:bahwa dia bisa baik-baik saja tanpa kamu untuk sementara waktu.Jadi jawabannya apa?Ditunggu atau ditinggal?Jawabannya: ditinggal, tapi dengan cara yang benar.
Tenang. Jelas. Yakin. Karena anak tidak butuh orang tua yang selalu ada di sampingnya.Anak butuh orang tua yang yakin bahwa dia mampu.Dan satu hal yang perlu orang tua ingat…Hari pertama sekolah bukan tentang siapa yang paling siap.Tapi tentang proses belajar melepaskan untuk anak… dan juga untuk orang tua.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!