Sebuah video dugaan pemerasan yang dilakukan oknum Dinas Perhubungan Kota Bekasi terhadap para sopir truk viral di media sosial.
Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, meminta agar oknum tersebut dipecat tidak hormat.
Dalam video berdurasi lebih dari 4 menit yang beredar, terlihat seorang pria yang mengaku teman "Pak Rizieq, Pak Teguh, Pak Zainul Bahtiar" mendatangi sebuah pos dan menanyakan uang sebesar Rp1,7 juta yang diduga diminta oknum Dishub kepada seorang sopir.
"Pulangin duitnya semua satu juta tujuh ratus... kamu sini dulu, saya temannya Pak Rizieq," ujar pria tersebut dalam video.
Dalam rekaman itu, para sopir mengaku awalnya dimintai uang hingga Rp3,7 juta, kemudian dinego menjadi Rp1,7 juta hingga Rp1,9 juta. Salah satu sopir bahkan mengaku sudah mengambil uang ke ATM sebelum akhirnya uang tersebut dikembalikan setelah kejadian diketahui.
"Dishub tidak boleh memeriksa STNK dan SIM," tegas pria dalam video itu. Ia juga menyebut kejadian serupa pernah terjadi beberapa minggu sebelumnya dengan nilai yang lebih besar.
KDM: Pecat Tidak Hormat Apapun Statusnya*Menanggapi video tersebut, KDM menyatakan kekecewaannya.
Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Bekasi karena para oknum tersebut merupakan pegawai Pemkot Bekasi."Saya sangat kecewa dengan perilaku oknum aparat Dishub Kota Bekasi yang melakukan tindakan pungli pemerasan terhadap para sopir," ujar KDM dalam video pernyataannya.
KDM meminta Wali Kota Bekasi untuk menindak tegas para oknum, baik yang berstatus ASN, PPPK, maupun PPPK paruh waktu. "Untuk dilakukan tindakan tegas dengan diberhentikan dari pekerjaannya secara tidak hormat," tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas aparat adalah melayani dan melindungi masyarakat, bukan mempersulit dan memeras. "Semoga peristiwa itu tidak terjadi lagi dan semua pihak yang menggunakan baju kebesaran bertugas melayani dan melindungi masyarakat bukan mempersulit dan memeras masyarakat," pungkas KDM.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Dinas Perhubungan Kota Bekasi terkait kejadian tersebut.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!