Meteor News** KENDARI | Front Aktivis Penangkap Fakta (FAPF) hari ini resmi melakukan penekanan (pressure) secara masif ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tenggara. (19/5/2026).
Langkah ini diambil untuk mengawal ketat laporan formal yang telah mereka serahkan kemarin terkait bobolnya sistem keamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari. Kasus ini mendadak jadi sorotan publik setelah ditemukannya ratusan alat komunikasi ilegal dan pengisi daya (power bank) di dalam kamar hunian warga binaan. Kondisi ini diperparah oleh pengakuan mengejutkan dari seorang terduga kurir narkoba di luar yang mengaku dikendalikan langsung oleh jaringan sabu dari dalam Lapas Kelas IIA Kendari menggunakan fasilitas komunikasi gelap tersebut. Merespons pressure ketat dari FAPF hari ini, pihak Kanwil Ditjenpas Sultra secara terbuka menyatakan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Namun, FAPF menegaskan tidak akan tinggal diam dan menuntut bukti nyata dari komitmen lisan tersebut. Dalam rilis pers hari ini, FAPF merincikan empat tuntutan utama yang wajib segera dipenuhi oleh pihak otoritas wilayah:
1. Pencopotan Jabatan KPLP: Mendesak Kanwil Ditjenpas Sultra untuk segera mencopot Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIA Kendari minggu ini juga.Kelalaian membiarkan HP dan power bank masuk ke sel adalah bukti gagalnya sistem pengawasan internal.
2. Bongkar Jaringan Sabu Lapas: Meminta Ditjenpas tidak menutup mata dan segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengusut pengakuan kurir narkoba yang menyebut adanya kendali dari dalam lapas.
3. Audit Petugas Pintu Utama: Menuntut investigasi menyeluruh terhadap seluruh petugas sipir yang berjaga di pintu masuk utama, guna memutus mata rantai penyelundupan barang terlarang ke dalam lapas.
4. Transparansi Hasil Pemeriksaan: Menuntut agar setiap perkembangan hasil pemeriksaan internal dibuka secara transparan kepada publik demi menjaga integritas institusi pemasyarakatan.
FAPF menilai penemuan henphone dan power bank di dalam institusi hukum tersebut bukan lagi sekadar pelanggaran disiplin biasa. Hal ini adalah ancaman nyata bagi keamanan wilayah karena memberikan ruang bebas bagi narapidana narkotika untuk terus mengendalikan bisnis haram mereka dari balik jeruji besi.
FAPF menegaskan bahwa mereka telah mengaktifkan status pengawasan penuh atas komitmen yang dijanjikan Kanwil Ditjenpas Sultra. Jika dalam beberapa hari ke depan tidak ada tindakan administratif tegas berupa reposisi atau pencopotan KPLP Lapas Kendari, FAPF berkomitmen penuh untuk mengonsolidasikan massa yang lebih besar dan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan kantor wilayah. Red
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!