MARAK _ Peredaran obat terlarang Tipe G Marak dan Dijual Bebas ke Kalangan Pelajar dan Mahasiswa
Meteornews ** INDRAMAYU | Masyarakat Peduli Generasi Bangsa Kabupaten Indramayu membut surat terbuka untuk Mabes Polri, Polda Jabar, Polres dan Bupati Indramayu. Isi surat terbuka di antaranya menyampaikan keresahan masyarakat terkait maraknya penyalahgunaan peredaran obat-obatan keras daftar G (seperti Tramadol, Excimer, dan sejenisnya) di wilayah hukum Polres Indramayu
Surat terbuka tersebut disampaikan Masyarakat Peduli Generasi Bangsa Kabupaten Indramayu, Waka AMKI Tomi Susanto yang ditembuskan ke sejumlah kantor media cetak dan online pada Jumat, 27 Maret 2026.
Tomi menjelaskan, melalui surat terbuka ini, kami ingin menyampaikan poin-poin krusial sebagai berikut yaitu ancaman nyata terhadap mental para generasi muda. Peredaran obat tipe G dengan sasaran kalangan pelajar dan remaja di pelosok desa di Kota Mangga. Mereka dengan muda mendapatkan obat_obatan yang kini dijual bebas, dan terkesan adanya pembiaran.
Modus operandi, lanjut Tomi, para penjual obat-obatan ini seringkali berkedok warung kelontong, atau transaksi langsung di titik-titik tertentu yang seolah sudah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat. Melihat fakta di lapangan, ada kesan pembiaran dari pihak penagak hukum.
“Terus terang kami menyayangkan adanya pembiaran dari pihak aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah. Kurangnya tindakan tegas dan preventif yang berkelanjutan membuat para pengedar merasa kebal hukum,” tegasnya.
Lebih lanjut Tomi menegaskan, pihaknya bersama masyarakat yang tergabung dalam wadah Masyarakat Peduli Generasi Bangsa mendesak dilakukannya operasi besar-besaran. Selain mengoperasi obat obatan yang dijual bebas di lapangan, apatat untung segera menangkap bandar dan jaringan pengedar hingga ke akar-akarnya.”Tolong jangan hanya menindak tegas ke level pengguna. Mereka yang bandar itu harus ditindak tegas,”imbuhnya.
Kepada Pemkab Indramayu, mereka meminta penguatan pengawasan izin usaha dan sinergi Satpol PP bersama pihak kepolisian untuk menutup celah tempat-tempat yang disalahgunakan sebagai lokasi transaksi.
Kami tidak ingin Indramayu dikenal sebagai wilayah yang “ramah” terhadap peredaran obat terlarang. Pembiaran terhadap masalah ini sama saja dengan merestui kehancuran masa depan anak-anak kami.
Besar harapan kami agar surat terbuka ini mendapatkan respons nyata berupa tindakan di lapangan.
Keamanan dan kualitas generasi muda Indramayu adalah taruhan besar yang tidak bisa ditunda penanganannya.”Jangan menunggu korban berjatuhan. Indramayu ini sudah masuk daerah darurat obat _obatan terlarang,” tegas pria berpenampilan tegas ini. (tim)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!