Meteor News

Masyarakat Kecewa, Pelayanan RSUD Mursid Ibnu Syarifuddin Krangkeng Buruk

METEORNEWS 11 May 2026, 11:04
Masyarakat Kecewa, Pelayanan RSUD Mursid Ibnu Syarifuddin Krangkeng Buruk

Meteor News || INDRAMAYU - Tangis dan kekecewaan mendalam dirasakan Maesih (46), ibu kandung dari Jessica (19) warga kecamatan karangampel, korban kecelakaan lalu lintas (KLL) lokasi kejadian caplek karangampel yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit lain. Di tengah kondisi anaknya yang membutuhkan penanganan cepat, Maesih mengaku justru dipersulit saat meminta penggunaan ambulans di RSUD Mursid Ibnu Syarifuddin Krangkeng.

Peristiwa yang terjadi Jumat, 9 Mei 2026 itu kini menjadi sorotan masyarakat setelah keluarga menilai pelayanan rumah sakit pemerintah tersebut sangat buruk dan tidak memiliki empati terhadap pasien maupun keluarga korban kecelakaan. Menurut keluarga, Jessica harus dirujuk ke rumah sakit lain karena membutuhkan penanganan lebih lanjut. Namun saat keluarga meminta ambulans rumah sakit, permintaan tersebut disebut tidak diperbolehkan dengan alasan pasien berstatus rujuk mandiri. 

Ironisnya, pihak keluarga menegaskan mereka tidak meminta gratis. Bahkan keluarga siap membayar penuh biaya ambulans secara mandiri demi keselamatan Jessica selama perjalanan menuju rumah sakit tujuan.

“Kami tidak meminta gratis, kami siap bayar ambulans. Yang kami pikirkan hanya keselamatan anak kami. Tapi kenapa tetap tidak diperbolehkan,” ujar Maesih dengan mata berkaca-kaca.

Yang membuat keluarga semakin kecewa, ambulans rumah sakit disebut sedang tersedia dan tidak digunakan. Bahkan sopir ambulans dikabarkan siap menjalankan tugas apabila mendapat izin dari pihak terkait. “Kalau ambulans sedang dipakai atau tidak ada sopir kami masih bisa mengerti. Tapi ini mobil ada, driver siap, keluarga siap bayar, lalu apa lagi alasan menolaknya?” kata pihak keluarga.

Di tengah kepanikan memikirkan kondisi Jessica, keluarga juga mengaku kesulitan mendapatkan kepastian pelayanan karena nurse station di ruang pelayanan disebut sempat kosong tanpa petugas berjaga. “Kami panik mencari petugas karena anak kami harus segera dirujuk, tapi nurse station kosong. Kami seperti dibiarkan bingung sendiri,” ungkap keluarga dengan nada kecewa.

Kondisi tersebut memunculkan kritik keras terhadap pelayanan publik rumah sakit, terutama dalam menangani pasien korban kecelakaan yang membutuhkan penanganan cepat dan transportasi medis aman.Bagi keluarga, alasan administratif terkait status “rujuk mandiri” dinilai tidak seharusnya mengalahkan keselamatan pasien. Terlebih kondisi Jessica disebut tidak memungkinkan menggunakan kendaraan pribadi biasa.

“Kalau keluarga yang siap bayar saja diperlakukan seperti ini, bagaimana masyarakat kecil yang tidak punya kendaraan, tidak punya keluarga, atau tidak punya uang. Mau dibawa pakai apa pasiennya?” ujar keluarga.

Masyarakat pun berharap pihak terkait, mulai dari Dinas Kesehatan hingga pemerintah daerah, turun tangan melakukan evaluasi serius terhadap pelayanan di rumah sakit tersebut. Sebab rumah sakit bukan hanya tempat administrasi pelayanan kesehatan, tetapi tempat masyarakat mencari pertolongan saat kondisi darurat dan mempertaruhkan nyawa keluarga mereka.

“Jangan sampai rumah sakit terkesan cuek terhadap orang yang sedang butuh pertolongan. Ini soal kemanusiaan,” tutup keluarga korban.Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Mursid Ibnu Syarifuddin Krangkeng belum memberikan keterangan resmi terkait alasan tidak diizinkannya penggunaan ambulans meski unit dan pengemudi disebut tersedia saat kejadian berlangsung.

Sumber Berita: Meteor News
Bagikan:
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!