Meteor News

7 Kuliner Khas Wonosobo Yang Wajib Kamu Coba

METEORNEWS 04 Feb 2026, 07:46
7 Kuliner Khas Wonosobo Yang Wajib Kamu Coba

teornews ** SEMARANG |  Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah tidak hanya dikenal lewat pesona alam Dataran Tinggi Diengnya yang indah dan memukau, tetapi juga kekayaan kuliner tradisional yang sarat akan cita rasa khas pegunungan.

Beragam hidangan lokal hadir dengan karakter gurih, hangat, dan kaya rempah, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang berkunjung. 

berikut 7 kuliner khas Kabupaten Wonosobo yang wajib dicoba dan kerap menjadi buruan pecinta wisata kuliner. Wajib Dicoba Rekomendasi 7 Kuliner Khas Wonosobo 

1. Mie Ongklok Mie Ongklok merupakan kuliner ikonik dari Kabupaten Wonosobo. Nama “Ongklok” dari Mie Ongklok merujuk pada sebutan keranjang anyaman bambu yang digunakan untuk merebus mie. Sederhana namun nikmat, kuliner ini berisi mie kuning, daun kucai, dan kol yang disiram dengan kuah kental berbumbu khas yang dimasak menggunakan tepung kanji. Saat menyantapnya, cita rasa gurih dan sentuhan manis yang ringan akan langsung memanjakan lidah. Dalam penyajiannya, biasanya mie ongklok disajikan dengan lauk pelengkap seperti sate sapi dan tempe kemul. Di Kabupaten Wonosobo, seporsi mie ongklok biasa dijual dengan kisaran harga mulai dari Rp10.000-Rp16.000 disesuaikan dengan tempat dan isian dari mie ongklok. 

2. Tempe Kemul Tempe Kemul merupakan jajanan gorengan khas Kabupaten Wonosobo yang biasa disantap bersama dengan Mie Ongklok. Nama “Kemul” dari tempe ini berasal dari bahasa Jawa “Selimut” yang merujuk pada lapisan adonan tepung yang menyelimuti irisan tempe. Cita rasa gurih dan aroma khas tempe kemul dihasilkan dari bumbu kunyit dan bawang putih yang digunakan dalam adonan tepung. Tak hanya menjadi teman setia Mie Ongklok, gorengan ini biasa dinikmati sebagai cemilan di sore hari dengan ditemani secangkir teh hangat. Pada warung kaki lima, tempe kemul biasa dijual dengan harga yang terjangkau mulai Rp3.000. Selain disantap langsung, tempe kemul juga biasa dijadikan sebagai oleh-oleh khas Wonosobo yang dijual mulai dari harga Rp13.000-Rp25.000 per bungkus, Baca Juga 10 Kuliner Khas Daerah Jawa Tengah yang Wajib Dicoba Saat Berlibur

3. Carica Carica merupakan kuliner olahan buah pepaya kecil khas Kabupaten Wonosobo. Secara ilmiah, Carica khas pegunungan Wonosobo memiliki nama latin Candamarcensis yang termasuk ke dalam Famili Caricaceae. Kuliner Carica biasa disajikan dalam beberapa bentuk, yakni manisan carica yang dikemas dalam cup dengan isi potongan buah carica dan sirup manis, sirup carica yang diambil dari sari biji carica, dan keripik carica. Makanan ini memiliki cita rasa manis dan sedikit asam dengan tekstur yang kenyal. Buah pepaya carica kaya akan kandungan vitamin C, vitamin A, Vitamin E, serat, kalsium, fosfor, hingga enzim papain. Memiliki cita rasa yang khas, kuliner Carica telah memperoleh Hak Paten Indikasi Geografis dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia pada tahun 2012 menjadi komoditas unggulan Kabupaten Wonosobo. Saat ini, Carica tidak hanya dijual di daerah Wonosobo, melainkan sudah berhasil menembus pasar regional, nasional, dan sangat prospektif untuk menembus pasar internasional. Biasa dijadikan sebagai oleh-oleh dari Wonosobo, olahan carica seperti manisan, sirup, serta keripik dijual dengan kisaran harga Rp10.000-Rp50.000 sesuai dengan merek.

4. Nasi Megono Selain mie dan gorengan, Kabupaten Wonosobo juga memiliki kuliner khas lainnya, yakni Nasi Megono. Kuliner Nasi Megono merupakan makanan berisi nasi hangat yang dicampur dengan tumisan sayur kol atau rebung, ikan teri, dan parutan kelapa yang sudah dikukus sebelumnya dengan bumbu pedas gurih. Makanan ini biasa disantap sebagai menu sarapan pada pagi hari dengan lauk pelengkap seperti tempe kemul, tahu bacem, hingga peyek teri. Seporsi nasi megono dijual dengan harga yang terjangkau dengan kisaran harga mulai dari Rp3.000-Rp10.000 sesuai dengan tempat dan isian lauk dari nasi megono. Nasi Megono khas Wonosobo. Dok Pemprov Jateng

5. Sagon Sagon merupakan jajanan tradisional khas Kabupaten Wonosobo yang terbuat dari kelapa parut, tepung ketan, dan gula yang dipanggang secara tradisional di atas tungku arang. Jajanan ini menawarkan cita rasa yang manis dan gurih serta berpadu dengan aroma khas kelapa yang dipanggang. Tak hanya dijadikan sebagai camilan ringan, Sagon juga sering dijadikan sebagai buah tangan favorit wisatawan karena memiliki daya tahan yang cukup lama. Untuk menjadi oleh-oleh, sebungkus Sagon biasa dijual dengan kisaran harga Rp25.000-45.000 disesuaikan dengan tempat, jenis rasa, dan berat sebungkus Sagon.

6. Lontong Tetel Lontong Tetel merupakan kuliner khas Kabupaten Wonosobo yang terdiri dari lontong, sayuran seperti jagung, wortel, kacang panjang, dan buncis. Hidangan ini juga dilengkapi dengan pilihan isian daging, mulai dari tetelan daging sapi atau kambing, daging ayam, hingga babat, kemudian disiram dengan kuah santan kental serta diberi pelengkap kerupuk emping. Cita rasa dari lontong tetel dikenal gurih dengan sentuhan pedas, dan bagi pecinta pedas tersedia pilihan kuah kemlecer yang menghadirkan sensasi pedas lebih kuat. Mengenai harga, seporsi lontong tetel biasa dijual dengan harga kisaran Rp12.000-Rp25.000 disesuaikan dengan tempat dan varian isi daging yang dipilih.

7. Dendeng Gepuk Dendeng Gepuk merupakan kuliner khas Kabupaten Wonosobo yang berisi irisan daging sapi yang dipukul-pukul hingga pipih dan empuk, kemudian dimasak dengan bumbu yang kaya akan rempah. Hidangan dendeng gepuk ini menawarkan cita rasa manis, gurih, dan pedas, serta sering disajikan dengan nasi putih hangat dan sambal bajak. Selain disantap langsung, dendeng gepuk ini juga biasa dijadikan oleh-oleh dengan harga jual kisaran Rp100.000 per kotak yang disesuaikan dengan merek dan ukuran kemasan.

Sumber Berita: Masyarakat
Bagikan:
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!