MeteorNews ** ACEH | Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara resmi mengeluarkan surat edaran tentang penertiban pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM ) Bersubsidi di Wilayah Kabupaten Aceh Tenggara. Pasalnya sepekan terakhir terjadi antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di wilayah Aceh Tenggara.
Surat edaran tersebut mulai berlaku pada Selasa, 21 Juli 2026 hingga kondisi pendistribusian BBM bersubsidi kembali normal. SE itu ditujukan kepada seluruh pengelola SPBU, pelaku usaha, dan masyarakat agar mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry melalui Kadis Kominfo Kabupaten Aceh Tenggara, Zulfan Harijadi, mengatakan kebijakan tersebut diterbitkan sebagai langkah tegas pemerintah daerah untuk mengatasi antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan mencegah penyahgunaan BBM bersubsidi serta menjaga kelancaran arus lalu lintas dan ketertiban masyarakat.
Kemudian pemerintah juga menetapkan sejumlah aturan yang wajib dipatuhi, yang salah satu poin utamanya adalah larangan melakukan antrean sebelum pukul 06:30 WIB. Seluruh kendaraan yang hendak mengisi BBM bersubsidi jenis Pertalite maupun Biosolar hanya diperbolehkan mulai mengantre pada waktu yang telah ditentukan.
Selanjutnya setiap kendaraan yang mau mengisi BBM bersubsidi wajib menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang sesuai dengan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB).
"Ketentuan ini diberlakukan guna memastikan kendaraan yang mengisi BBM benar-benar sesuai identitas dan menghindari praktik penyalahgunaan," kata Zulfan kepada AJNN, Senin 20 Juli 2026.
Selain itu kata Zulfan, pengelola SPBU dilarang melayani pembelian BBM bersubsidi menggunakan jeriken maupun drum tanpa surat rekomendasi resmi dari instansi berwenang, yakni Dinas Perhubungan, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja.
"SPBU tidak diperkenankan melayani kendaraan dengan tangki modifikasi maupun praktik pengisian berulang atau lansir yang selama ini diduga menjadi salah satu penyebab kelangkaan BBM bersubsidi," ujarnya.Selengkapnya dikomentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!