MeteorNews ** BANDUNG | Aksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat apresiasi sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.
Namun, langkah tersebut juga memunculkan kritik dari Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurniansyah.
Dedi Kurniansyah menilai persoalannya bukan pada bantuan kepada korban bencana, melainkan pada prioritas seorang gubernur terhadap daerah yang dipimpinnya.
Menurutnya, Jawa Barat masih menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian serius. Banjir yang berulang dan angka kemiskinan menjadi dua persoalan yang disebutnya belum boleh dikesampingkan.
IPO juga menyoroti besarnya eksposur media sosial dalam aktivitas KDM. Dedi menilai kondisi tersebut berisiko membuat keberhasilan seorang kepala daerah lebih banyak diukur dari seberapa viral sebuah kegiatan dibandingkan dampak nyata kebijakannya.
Bahkan, Dedi Kurniansyah menyebut KDM tengah mengalami “sindrom selebritis”, sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kecenderungan mengejar sorotan dan simpati publik.
Ia pun mengingatkan masyarakat Jawa Barat agar tetap kritis terhadap setiap aktivitas kepala daerah.Bagi IPO, membantu daerah lain adalah hal baik. Tetapi, pekerjaan rumah di Jawa Barat juga tidak boleh kalah ramai dengan konten di media sosial.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!