MeteorNews ** INDRAMAYU | Dinamika kehidupan seorang gadis polos, sebut saja Mawar (inisial), cerita gadis polos ini sangat menarik perhatian publik. Cerita berawal saat Mawar dan Kakak laki - lakinya datang ke Kantor REDAKSI MEDIA METEORNEWS dan mencetitakan.
Saya pertama kali mengenal Oknum ASN TFH saat saya magang di Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian. (DISKOPDAGIN). Waktu itu saya masih polos. Yang saya ingat, beliau terlihat baik. Pernah suatu hari saya menangis karena ada orang yang berkata tidak baik tentang saya. Beliau menelepon dan menanyakan keadaan saya.
Dari perhatian kecil itu, saya tidak langsung merespons. Saya tetap menjaga jarak.Kedekatan baru benar-benar terjadi saat saya harus melakukan penelitian lapangan. Sebagai mahasiswa magang, saya ikut kegiatan pengawasan ke beberapa koperasi.
Saat itu tidak hanya saya dan Pak Taufik. Ada beberapa karyawan lain juga ikut. Saya dari awal sudah punya prinsip: saya tidak mau jadi orang ketiga dalam rumah tangga orang. Jadi saya memilih untuk "ngga tau apa-apa". Tapi seiring waktu, beliau sering mendekati saya. Diajak makan di luar. Awalnya saya pikir itu hal biasa, bentuk perhatian dari pembimbing lapangan.
Titik balik di perjalanan dinas
Karena saya butuh data untuk penelitian, saya ikut perjalanan dinas. Karena sudah malam, kami menginap di penginapan yang sama. Malam itu terjadi hal yang tidak pernah saya bayangkan. Beliau melecehkan saya.
Sampai keluar darah. Malam itu juga beliau merenggut keperawanan saya. Saya syok sampai pingsan. Beliau ikut panik dan menenangkan saya.Setelah kejadian itu hidup saya berantakan. Saya masih kuliah dan masih punya pacar.
Saya merasa saya tidak salah menjalin hubungan dengan orang lain, karena saya tahu beliau punya istri. Tapi beliau tidak setuju. Beliau memaksa saya harus tetap bersama beliau. Saat saya tanya "kenapa bapak bisa melakukan hal bejad ini ke saya", jawabannya: "dia ngga mau saya dimiliki orang lain selain dia" dan berjanji akan bertanggung jawab.
Rasa takut, rasa bersalah, dan rasa "saya bukan perempuan suci lagi" membuat saya memilih menjauh. Saya bahkan mengakhiri hubungan dengan pacar saya demi "kebaikan beliau".
Luka yang berulang
Tidak lama kemudian saya mencoba membuka hati lagi dengan orang lain yang saya rasa baik. Lagi-lagi beliau menghalangi. Katanya orang itu tidak baik. Beliau mulai mencari tahu tentang saya dan keluarga saya. Bahkan mencari tahu alamat rumah saya, padahal saya tidak pernah mengizinkan sembarang orang main ke rumah.
Beberapa hari kemudian beliau jujur bahwa dia sudah duda dan bilang mau serius sama saya. Sebelumnya beliau banyak menjelekkan orang lain, termasuk istrinya yang katanya selingkuh.Rasa tidak nyaman memuncak saat kami diajak jalan ke Lembang.
Terjadi lagi hal yang membuat saya tidak nyaman. Dan saya tidak menyangka, saya sedang hamil. Waktu itu saya tidur di lantai, muntah-muntah, drop, sampai harus diinfus dan masuk rumah sakit. Beliau yang mengantar dan bilang akan bertanggung jawab.
Setelah dari Lembang saya minta kepastian. Minta beliau bicara ke bapak saya. Akhirnya beliau datang melamar. Acaranya sederhana, hanya disaksikan keluarga saya. Saat silaturahmi awal, beliau bahkan membawa orang tuanya karena saya minta keseriusan.
Proses lamaran jalan. Tanggal nikah sudah ditentukan. Tapi H-5, beliau datang ke orang tua saya dan bilang akan mengundurkan pernikahan. Saya sudah tidak sanggup. Saya bilang begitu. Beliau lalu menangis, memohon supaya kami "sama-sama berjuang biar bisa hidup bareng".
Setelah semua itu
Kenyataannya tidak seperti yang dijanjikan. Beliau memang bertanggung jawab antar-jemput saya kerja. Tapi ketika saya menolak disentuh, beliau marah selama beberapa hari. Menuntut, menyalahkan, mencurigai: "kenapa kamu dipegang aja ngga mau".Berjalannya cerita ini, Fajar juga meminjam uang sebesar Rp. 25 Juta bahasanya untuk keperluan kedinasan. Dan saya jadi ketakutan.
Pernah terjadi pertengkaran besar sampai saya menangis. Saya juga sering diancam: "kamu tidak boleh sedih di dapur, kalau kamu diam di dapur saya akan menghancurkan dapur itu". Kalimat itu sering dia lontarkan. Hari-hari berjalan. Beliau tetap jemput saya berangkat dan pulang malam. Sampai akhirnya di H-5 sebelum tanggal yang sudah direncanakan, beliau tidak ada kabar sama sekali. Sampai hari pernikahan yang telah ditentukan.
"Dengan tegas kami dari pihak keluarga dan saya sendiri memutuskan permasalahan ini akan kami bawa ke ranah hukum, agar oknum ASN mendapatkan hukum yang setimpal baik dari etik administrasi maupun pidananya." Tegas Mawar.
Dengan pemberitaan ini naik, TFH sudah berapa kali di konfirmasi tidak ada di tempat kerjanya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!