MeteorNews ** INDRAMAYU | Pencarian tiga anak buah kapal (ABK) KM Ratna Ningsih yang tenggelam di Perairan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memasuki hari keempat pencarian, Minggu (26/7/2026).
Sejauh ini, Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan ketiga korban. Identitas ABK yang hilang tersebut adalah Sarto (25), Ayo (28), dan Adnan (28), semuanya warga Desa Majakerja, Kecamatan Balongan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan pencarian telah dilakukan secara intensif sejak hari pertama.Termasuk di hari terakhir kemarin, tim telah menyisir perairan di titik kapal tenggelam hingga pesisir pantai.
"Seluruh area yang menjadi prioritas telah disisir, tetapi hingga sore hari ketiga korban masih belum berhasil ditemukan," ujar Ade Dian Permana.
Ade menjelaskan, dalam operasi SAR ini, pihaknya mengerahkan tiga Search and Rescue Unit (SRU). Terdiri dari satu unit perahu karet (LCR) Basarnas, satu unit perahu karet Polairud Polres Indramayu, dan satu unit Kapal Speed KPLP KN P 500105. Mereka menyisir hingga wilayah perairan Tanjung Indramayu dan Pelabuhan Karangsong.
Meski telah menyisir dari pagi hingga sore hari, para korban belum ditemukan. Ade mengatakan, pada hari keempat ini, pencarian akan kembali dilakukan. Ia memastikan tim akan berupaya maksimal agar para korban bisa segera ditemukan.
"Setelah evaluasi dari hari-hari sebelumnya, kami akan berupaya maksimal menemukan para korban dalam pencarian hari ini,” kata Ade.
Sebagai informasi, tenggelamnya perahu berukuran 6 Gross Tonnage (GT) ini diduga kuat diakibatkan oleh faktor cuaca buruk, hantaman gelombang tinggi, serta kelebihan muatan barang (overload). Peristiwa nahas ini diketahui berawal saat KM Ratna Ningsih bertolak dari pangkalan nelayan di Desa Majakerta sekitar pukul 03.30 WIB menuju arah laut lepas.
Selain memuat tiga ABK, perahu ukuran 6 GT itu juga mengangkut muatan cukup berat berupa 11 drum oli.Muatan tersebut rencananya akan dipasok untuk keperluan kapal tanker yang sedang berada di Single Point Mooring (SPM) 35 Balongan. Namun, di tengah perjalanan, sekitar pukul 05.00 WIB, KM Ratna Ningsih diduga tidak kuat menahan terjangan gelombang yang tinggi.
Ombak besar pun langsung menerjang lambung kapal hingga mengakibatkan perahu tersebut terbalik, lalu tenggelam. Dalam peristiwa nahas tersebut, sang nakhoda kapal bernama Warnita (62), warga Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, berhasil selamat setelah diselamatkan anggota TNI AL ketika terombang-ambing di laut.
Beruntungnya saat kejadian, Warnita mengenakan jaket pelampung. Namun, tiga orang ABK hingga kini masih dinyatakan hilang, yakni Sarto (25), Ayo (28), dan Adnan (28).
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!