Meteor News

SURAT TERBUKA MEIGI UNTUK BAPAK PRESIDEN. DUGAAN REKAYAS4 KASUS N4RKOB4 DAN PENYIKSA'4N

METEORNEWS 15 Feb 2026, 07:00
SURAT TERBUKA MEIGI UNTUK BAPAK PRESIDEN. DUGAAN REKAYAS4 KASUS N4RKOB4 DAN PENYIKSA'4N

Meteornrws ** - Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari seorang anggota Polres Melawi, Meigi Alrianda, yang kini tengah mendek4m di Rutan Pontianak. Melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden RI dan Kapolri, Meigi membongkar dugaan praktik cul4s, penyiksa4n, hingga pemeras4n yang dilakukan oleh oknum sesama korps berseragam cokelat.​

Meigi menegaskan bahwa dirinya adalah korban rekayas4 kasus n4rk0b4 jenis s4bu seberat 499,16 gram. Ia membantah keras tuduhan "tertangkap tangan". Pasalnya, barang har4m tersebut nyatanya ditemukan oleh Bea Cukai di gudang J&T Kabupaten Kubu Raya, sementara dirinya ditangkap di Kabupaten Melawi yang berjarak ratusan kilometer dari lokasi penemuan.

​Dalam pengakuannya, Meigi membeberkan aksi brut4l yang dialaminya selama proses pemeriksaan. Ia mengaku dipaks4 mengaku sebagai pemilik s4bu melalui serangkaian intimid4si dan penyiksa4n fis!k.​

"Saya mendapatkan intimid4si penyiksa4n dengan dipuk*L di ruang Sat N4rkoba Polres Melawi dan di ruang Ditresnarkob4 Polda Kalbar," tulis Meigi dalam suratnya.

Ia secara spesifik menyebut nama Kompol Elyas, Ipda Jon, dan Bripka Tausar sebagai pihak yang diduga melakukan pemuk*L4n untuk memaksanya mengakui barang terlarang yang bukan miliknya tersebut.

​Tak hanya kekeras4n fis!k, Meigi juga mendapatkan perlakuan tidak manusiawi selama di sel tahanan, di mana ia mengaku hanya diberi makan nasi bungkus yang sudah b4si tanpa adanya surat perintah penahan4n yang jelas.​

Dugaan Pemeras4n Ratusan JutaPenderita4n Meigi tidak berhenti pada penyiksa4n fisik. Ia mengaku menjadi sasaran pemer4san oleh oknum penyidik dengan dalih bisa membantu "mengalihkan tempat sidang" dan menyelesaikan kasusnya.​

Oknum tersebut diduga meminta uang pelicin mulai dari Rp20-30 juta hingga melonj4k drastis ke angka Rp200-300 juta. Karena tekanan yang luar biasa, Meigi yang tidak memiliki uang sebanyak itu terpaksa menyerahkan uang total Rp15 juta.

Mirisnya, uang tersebut diserahkan dalam dua tahap: Rp10 juta langsung kepada penyidik bernama Acep Ismail, dan Rp5 juta sisanya diserahkan oleh istrinya, Dian, langsung ke rumah penyidik tersebut.

Sumber Berita: Masyarakat
Bagikan:
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!