Meteor News

Toni RM Siap Laporkan KAPOLRES Indramayu Ke Bareskrim Polri Atas Dugaan Penyiksaan RIRIN & PRIYO

METEORNEWS 01 Apr 2026, 08:41
Toni RM Siap Laporkan KAPOLRES Indramayu Ke Bareskrim Polri Atas Dugaan Penyiksaan RIRIN & PRIYO

Meteornews ** INDRAMAYU | Sidang kasus pembunuhan sekeluarga dengan korban meninggal dunia 5 orang yaitu Sahroni (75 tahun), Budi Awaludin (45 tahun), Euis Juwita, istri Budi (40 tahun), Anak Ratu (7 tahun) dan Bayi Bella (8 bulan) di Kelurahan Paoman Kecamatan Kabupaten Indramayu terungkap :

1. Terdakwa Priyo Bagus Setiawan pada sidang sebelumnya menyebut 4 nama pelaku yang belum ditangkap yaitu Aman Yani, Hadi, Yoga dan Joko. Aman Yani otak pelaku yang mepunyai masalah dengan korban Budi, Hadi dan Yoga yang mengeksekusi 5 korban tersebut sedangkan Joko bersama Priyo berperan menguburkan 5 mayat korban tersebut. 

Namun Ririn dan Priyo ditangkap dan disiksa disruh mengakui sebagai pelaku utama sementara pelaku pembunuhan yang sebenarnya belum ditangkap.

2. Dari keterangan saksi Nikko yang merupakan sepupu korban Budi sekaligus pelapor dalam kasus ini, menerangkan bahwa korban Budi mempunyai teman bernama Joko. Nama Joko ini sama dengan yang disebut oleh Priyo.

3. Dari keterangan saksi Denis, petugas Inafis Polres Indramayu menerangkan banyak sidik jari ditemukan di TKP, namun hanya sidik jari Ririn yang dapat diidentifikasi. Sidik jari lainnya tidak dapat diidentifikasi karena menurut Denis sidik jari lainnya tidak sempurna.

Artinya dengan banyak sidik jari di TKP ada pelaku lain dalam kasus pembunuhan sekeluarga di Paoman ini. Ada 5 korban tewas mengenaskan, ada 2 orang Terdakwa yang diadili dengan ancaman hukuman mati padahal bukan 2 Terdakwa ini yang membunuh korban, koq bisa sidik jari lainnya yang banyak di TKP tidak teridentifikasi.

Koq bisa kasus ini berhenti setelah menangkap Ririn dan Priyo yang dikorbankan oleh pelaku yang sebenarnya.  

4. Saya mendapat informasi dari Ibunya korban Euis bahwa tanggal 28 Agustus 2025 malam pukul 23.30 ia mendapat telp dari Euis. Dalam sambungan telp itu Ibunya Euis mendengar suara brisik banyak orang ngomong sehingga menanyakan kepada Euis. Euis menjawab bahwa sedang ada tamu temannya Budi bernama Yoga berempat.

Ibunya Euis juga mendengar Euis mengatakan Budi bolak-balik kamar terus dari ruang tamu. Setelah sambungan telp terputus obrolan selesai kemudian besoknya Euis susah dihubungi HPnya dan kemudian ditemukan meninggal dunia sekeluarga. Aman Yani fotonya sudah didapat, sudah dikonfirmasi ke Priyo bahwa benar Aman Yani tidak fiktif.

Fotonya sudah dikasih ke Denis Inafis tadi usai sidang. Nama Yoga juga ada bukan fiktif, berdasarkan cerita Ibunya Euis ada di rumah korban sebelum kejadian. Menurut Priyo pembunuhan itu dilakukan kira-kira jam 23.45 dan berjalan sangat cepat para pelaku menghabisi nyawa korban.

Kapolres mau tindaklanjuti tidak? Mau tangkap pelaku yang sebenarnya tidak? Jangan sampai keburu kami laporkan ke Bareskrim Polri dugaan penyiksaan terhadap Ririn dan Priyo mulai ditembak kedua kakinya pistolnya ditempelin di kaki sampai dilakukan kekerasan di ruang kantor Polisi sampai kakinya patah sampai Ririn Priyo pasrah sulit untuk menyampaikan kejadian yang sebenarnya.

Kalau mau tangkap pelaku yang sebenarnya saya siap bantu dengan hasil penyelidikan saya. Tapi kalau tidak siap-siap proses hukum pidana terhadap pelaku kekerasan terhadap Ririn dan Priyo akan dikawal sampai PTDH karena berakibat 2 orang Ririn dan Priyo cacat permanen. Divisi Humas Polri Prabowo Subianto Setkab RI. 

Sumber Berita: Meteornews
Bagikan:
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!