MeteorNews ** JAKARTA | Mantan Kabareskrim Polri, Komjen (Purn) Susno Duadji, menilai langkah penyidikan yang dilakukan Polri dalam mengusut tiga perkara dugaan korupsi besar sudah berada di jalur yang tepat. Menurutnya, strategi yang diterapkan aparat saat ini ibarat "makan bubur dari pinggir", yakni mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) lebih dahulu untuk mengungkap aktor utama dalam tindak pidana pokok.
Seperti diberitakan media, Susno menjelaskan bahwa barang bukti berupa uang tunai ratusan miliar rupiah dan emas batangan seberat 74 kilogram yang telah disita akan menjadi pintu masuk untuk menelusuri asal-usul dana, aliran transaksi, hingga pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
Ia meyakini penyidik akan lebih mudah mengungkap konstruksi perkara, mulai dari siapa pemilik aset, bagaimana aliran uang berlangsung, hingga siapa yang diduga menerima maupun memberikan suap. Bahkan, Susno menilai Polri kemungkinan telah mengantongi nama-nama pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban hukum dan tinggal menunggu waktu untuk mengumumkannya kepada publik.
Adapun penggeledahan yang dilakukan tim gabungan Kortas Tipidkor Bareskrim Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berkaitan dengan tiga perkara, yakni dugaan korupsi pengadaan batu bara di PLN yang diduga memicu blackout, perkara PT Asabri, serta dugaan korupsi dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI yang merupakan anak perusahaan BUMN Krakatau Steel.
Meski demikian, hingga saat ini Polri belum menetapkan tersangka dalam ketiga perkara tersebut. Susno pun berharap proses penegakan hukum dapat berjalan secara profesional tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!